CinemaCon 2016: Akankah Screening Room merevolusi cara kita menikmati film?

Sean-Parker-Net-Worth-617x400

Sean Parker membawa Screening Room ke CinemaCon tahun ini dengan tujuan membawa gala premiere ke ruang keluarga kita

Pada CinemaCon tahun ini semua mata tertuju ke Marvel Studio, saat Captain America: Civil War, film blockbuster terbesar tahun ini, akan membuat debutnya secara terbatas di hadapan para penggiat film dan pemilik franchise bioskop. Namun, di tengah semua keriuhan itu, terdapat satu isu yang diperbincangkan banyak orang, yang gaungnya sudah terdengar sebelum CinemaCon dimulai: masa depan dalam distribusi film.  Yang paling ditunggu tentu saja adalah Sean Parker, pendiri Napster dan salah satu pendiri Facebook, dengan Screening Room-nya, sebuah startup yang memungkinkan pihak studio menayangkan perdana sebuah film tidak hanya di bioskop, namun juga di televisi pada hari yang sama. Untuk sebuah industri dimana bioskop menjadi satu-satunya sarana yang digunakan untuk menayangkan film secara perdana, ide tersebut sungguh revolusioner, dan sedikit mengguncang. Namun di sisi lain, seiring dengan era digitalisasi bioskop, hal tersebut menjadi sangat relevan dan menyegarkan.

directors

Screening Room, yang didukung oleh filmmaker kawakan seperti Steven Spielberg dan Peter Jackson, memungkinkan penonton untuk menonton premiere film di televisi masing-masing dengan membayar biaya sebesar USD150 untuk memasang set-top box, dan USD50 untuk melakukan streaming film terbaru selama 48 jam. Dengan melakukan ini, penonton dapat menghemat waktu, menghindari kemacetan, mengantri tiket, hingga membeli snack di bioskop dengan harga tak masuk akal. Screening Room juga dapat menjangkau pasar penonton yang lebih besar lagi, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga atau terlalu sibuk untuk menyempatkan diri menonton di bioskop. Beberapa orang juga merasa, dengan memanfaatkan Screening Room, mereka dapat, secara ekstrim, “memilih” teman menonton mereka. Alih-alih menonton dengan orang asing yang tidak mereka kenal, mereka dapat mengundang teman-teman mereka sendiri untuk mendapat suasana yang nyaman dan keseruan dalam menonton.

Mudah dan efisien, Screening Room tetap saja menimbulkan kontroversi dan penolakan terutama dari pihak bioskop. Seperti yang kita ketahui, beberapa tahun terakhir ini para pemilik bioskop telah mengucurkan dana besar untuk mendigitalisasi bioskop mereka, seiring dengan ditinggalkannya media seluloid. Mereka juga melengkapi setiap bioskop dengan teknologi untuk menonton film dalam bentuk 3D dan kualitas IMAX. Dengan adanya Screening Room, jelas mereka merasa penonton akan semakin meninggalkan bioskop dimana saat ini juga terjadi stagnansi jumlah penonton. Lalu ada juga filmmaker seperti Christoper Nolan, James Cameron dan produser Jon Landau, yang menganggap bahwa tidak ada pengalaman yang dapat menandingi pengalaman menonton di layar besar. Dan banyak filmmaker yang memang membuat bekerja keras membuat filmnya untuk dapat dinikmati dengan maksimal di layar bioskop. Sebenarnya Sean Parker mencoba menengahi polemik tersebut dengan menyertakan tiket gratis menonton di bioskop bagi setiap pembelian paket Screening Room yang dilakukan oleh penonton. Sean Parker juga menawarkan pembagian keuntungan yang cukup menggiurkan bagi studio untuk setiap pembelian paket, dimana Screening Room hanya mengambil bagian sekitar 10%.

Diterima atau tidak, keberadaan Screening Room harus bisa menjawab tantangan yang selama ini dihadapi oleh pihak distributor dan studio, yaitu: pembajakan. Dengan model distribusi berupa streaming, tentu saja hal itu menjadi sasaran empuk bagi para hacker untuk meretas film-film terbaru dengan kualitas bioskop. Pada akhirnya, pihak studio lah yang akan menentukan, apakah Screening Room akan menjadi masa depan industri ini, atau tetap berpegang pada sistem lama yang telah dibangun dengan kokoh bersama pihak bioskop. Waktu yang akan menjawab.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda merasa Screening Room adalah sesuatu yang perlu ada atau tidak? Mari berbagi pendapat anda di kolom komentar di bawah ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s